Tajdid Niat

Tulislah perkara yang baik-baik, I’Allah orang lain akan dapat manfaatnya.

Friday, May 12, 2017


Mimi baru pakai AppStore yang boleh open blog di telefon.  :)

Monday, May 1, 2017

Bersyukur dan berjiwa Qanaah


Andai kita cuma ada sepasang kasut,
Pandanglah mereka yang hanya ada selipar.

Andai kita cuma punya sepasang selipar,
Pandanglah mereka yang berkaki ayam.

Andai kita cuma berkaki ayam,
Pandanglah mereka yang tidak berkaki.

Apa persaan mereka yang tidak berkaki pula?


** *** **

Ia akan menjadikan kita sentiasa bersyukur.
Atas apa yang kita miliki.

Jika diberi harta lebih,
Kita rajin memberi dan berongsi.

Jika diuji dengan kesempitan,
Kita tidak suka meminta-minta.

Begitulah lazatnya jiwa Qanaah.

Sentiasa berasa cukup apa adanya.
Malah bersyukur tanpa hentinya.

** ** **

Bila berdoa, mintalah rasa cukup.

Mengapa?

Sebab sebanyak mana pun duit yang ada dipoket kita, 
kalau Allah tidak mencampakkan rasa cukup dalam hati,
Pasti hidup kita tetap terasa ada kekurangan.

Namn sebaliknya,

Jika Alah campakkan rasa cukup itu kedalam hati kita,
Saat itu seluruh hidup kita terasa sangat lengkap.

Berdoa dan bermunajatlah.
Supaya Allah campakkan rasa cukup itu,
Memenuhi ruang hati kita.

Inshaa Allah.

Moga kita dapat jadi hamba yang bersyukur,
Dengan jiwa yang penuh Qanaah.


Masa silam


Jangan sedih bila terkenang masa silam.

Kita tidak akan jadi seperti sekarang,
Kalau kita tak lalui masa silam itu.

Jika dulu kita puibibendosa,
Maka bertaubatlah.

Jika dulu kita buat silap,
Maka betulkanlah ia.

Jika kita terlukakan hati orang,
Maka pohonlah kemaafan.

Jika hati kita pula dilukai,
Maka cubalah memaafkan.

Ubahlah diri sendiri,
Menuju yang lebih baik lagi.

Transformasikan diri sendiri,
Buang segala negatif penghuni dalam diri,
Mulakan kehidupan yang positif sebagai ganti.

Jika kita lupakan semua duka dijiwa,
Dan diganti sesutatu yang gembira,
Pasti kau dapat melupainya.
Kebahagiaan akan menjelma tiba.

Inshaa Allah

(sumber: Buku Memperbaharui Komitmen Dakwah by Muhammad Abduh)

"Meskipun kitalah yang benar, namun janganlah membesar-mebesarkan kelemahan dan kesalahan orang lain."